Minggu, 15 Januari 2012

Pemuda Dengan Sekantong Berlian

Di kisahkan ada seorang lelaki Habasyah yang berangkat dari negaranya menuju Makkah Al-Mukarramah dengan membawa sekantung berlian sebagai bekal untuk keperluan menunaikan ibadah haji.
Kantong itu selalu dibawanya kemana-mana, hingga suatu ketika ia lupa meninggalkanya di Masjidil Haram. Begitu teringat ia langsung mencarinya di sekitar Masjidil Haram, lalu ada seorang pemuda menghampirinya dan bertanya "apakah bapak mencari sesuatu?", "Ya, aku kehilangan kantungku" ujar bapak itu. "Apakah kantung ini?", "ya benar, apakah kau tau apa isinya?" ujar si bapak, "tidak karena ini adalah amanat dan bukan milikku maka aku tidak melihatnya.
Kemudian bapak itu berujar bahwa yang ada didalam kantongnya itu adalah berlian dalam jumlah yang banyak, yang tidak berkurang sebutirpun, dan berniat memberi pemuda itu segenggam karena kagum dengan sifat amanat pemuda itu. Namun serta merta pemuda itu menolaknya, dan berkata aku hanya berharap balasan dari Allah. bapak itu semakin kagum dengan keshalihan pemuda itu, dan berkata dalam hati semoga Allah SWT menganugerahi anak gadisnya suami yang seperti pemuda tersebut.
Tahun demi tahun berjalan setelah itu, pemuda itu hendak berlayar ke suatu negeri untuk dakwah, namun ditengah perjalanan kapal yang ditumpanginya pecah dan terpaksa mendarat ke suatu desa yang tidak terpikir olehnya untuk mengunjunginya.
Kemudian ia bertanya pada penduduk setempat, apakah masyarakat disini berkenan untuk belajar ilmu agama sembari ia memperbaiki kapalnya yg rusak, kemudian penduduk desa itu menerimanya dengan senang hati karena penduduk desa tersebut memerlukan seorang ustad untuk mengajarkan ilmu agama kepada mereka.
Setelah beberapa lama selesailah perbaikan kapal itu dan tibalah saatnya bagi dia untuk berpamitan pada pnduduk desa tersebut, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menawarkan keponakanya untuk dijadikan istri pemuda itu dan berkata tidak perlu khawatir akan pembayaran maharnya alias ballaz.
Akhirnya diterimalah tawaran itu dan menikahlah pemuda itu dengan keponakan laki-laki itu, ketika ia masuk dalam kamarnya, ia terkaget melihat mempelai wanita membawa nampan berisi sekantung berlian. orang2 heran bagaimana pemuda sholeh itu kagum pada berlian hingga tidak menengok mempelai wanita sama sekali, hingga sang paman bertanya kenapa kau tidak memperhatikan istrimu tapi kau hanya melihat berlian itu padahal kau adalah seorang pemuda yg sholeh? kemudian ia berkata bahwa ia tidak bermaksud begitu, ia hanya teringat peristiwa beberapa tahun silam sambil menceritakan peristiwa di Masjidil Haram beberapa tahun silam. Kemudian sang paman tersenyum lega dan berkata bahwa dulu almarhum kakaknya(ayah sang isteri) penah bercerita tentang pemudah amanah yg pernah ditemuinya disana dan berharap mendapat menantu seperti pemuda itu dan berwasiat agar menjadikan sekantung berlian itu sebagai maharnya kelak.
Subhanallah akibat kesabaran nya pemuda itu tidak hanya mendapatnya segenggam belian namun mendapatkan sekantung berlian berikut sorang isteri yang sholihah.
Ditulis dari ceramah daurah Ramadhan oleh Ustadzah Zulaikho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalin jejak kamoe ya. Thx ^_^